SHDN_LOGIP

SHDN-2012

SHDN-2012

2 Sep 2011

Seorang Mahatma Gandhi

Adalah seorang pertapa yang mengekang dirinya kedalam kehidupan praktis bukan menghabiskan moksanya dikesendirian hingga menyempurnakan dan mengosongkan dirinya dengan kematian yang sudah diyakininya berujung pada upaya pembunuhan dirinya oleh orang lain.

Ia tidaklah menghindar tetapi justru mengosongkan dirinya dari ketakutan dan kebencian, ia merasa yakin bahwa kesederhanaan dan kekosongan (tanpa pamrih) adalah cara moksa yang terbaik, membebaskan jiwa dari kebelengguan karma buruk dan bayang-bayang pamrih menuju dharma.

Dia tinggalkan segala dosa dengan berkorban untuk kesusahan orang lain, tetapi sedikitpun tidak berharap pahala. Maka dirinya kembali ke jiwa semula yang kosong tanpa ada keinginan yang menjadikan karma buruk maupun baik, hanya ketulusan satu-satunya pencapaian kesempurnaan diri menuju kepada-NYA, mencapai perolehan inkarnasi kepada jiwanmukta mencapai anugerah jiwa awatara yang dikehendaki oleh-NYA.
Rahayu, rahayu, rahayu - Indraprabudjati.

22 Agu 2011

Doa Semoga Ada Kebaikan Dan Kebahagiaan

Hyang Widhi,

Begitu fajar dihari ini tiba dan tirai malam turun
Hamba akan haturkan sembah Pada-Mu

Semoga mulai hari ini dan esok Beraktifitas lagi
Dengan semangat keyakinan lebih kuat lagi
Memberikan kebaikan dan kebahagiaan
Pada diri sendiri
Juga kedua orangtua
Dan semua yang hamba cintai

Hamba menyadari kesalahan dan kesenangan masa lalu
Menjadikan kehilangan banyak keyakinan Pada-MU
Yang sepantasnya tidak hamba lakukan lagi

Semoga kesaksian alam sekitarnya atas doaku
Tidak lagi membiarkan memanjakan hamba
Dalam ketidakmampuan menatap masa depan
Dengan ketauladanan Dari-MU.

Hyang Widhi,
Berikanlah kesempatan terbaik
Untuk melakukan kebaikan yg bermanfaat
Bagi hamba dan keluarga
OM Awighnamastu Namo Siddham..

21 Agu 2011

Doa Mohon Ketentraman Hati

Hyang Widhi,

Doa hamba hari ini
Lepaskanlah hamba dari perasaan tidak tentram
Ajari lagi dan bimbinglah hamba
Bersama-MU tak ada sesuatupun yang tak mungkin

Begitu pula di hari-hari yang harus hamba lalui dan selesaikan
Semoga dihari ini hamba dapat terus menemui segala kemudahan dari-MU
Genggamkanlah tangan perlindungan-MU pada hamba
Agar dapat mampu menerima sgala tanggung jawab
Bagi orang yg hamba cintai, ayah ibu, sanak keluarga, suami istri dan anak-anak hamba

Hamba mohonkan maaf dari segala kesalahan dan ketidaktahuan mereka
Semoga hamba dapat menggantinya dengan kesadaran
Yang menjadikan pencerahan dalam diri hamba
Dan memberikan kedermawanan pada keluarga hamba
OM Awighnamastu Namo Sidham.
-Indraprabudjati-

19 Agu 2011

Paduka Bhatara Siwa



OM, Hormat pada-MU Paduka Bhatara Siwa
Memberikan anugerah, keadaan yang sungguh suci
Lebih-lebih jagat raya ini, langit dan bumi, matahari dan bulan
OM, Semoga sempurna atas restu Paduka Bhatara Siwa

18 Agu 2011

Negeri Bebas (dibebaskan) Korupsi


7 DOSA KORUPSI
Sahabat sedharma,
Jangan cemarkan kejujuranmu dengan korupsi.
Dosanya terlalu banyak!
(1)Berkhianat kejujuran dihadapan Tuhan
(2)Mencuri bukan haknya
(3)Menjadi kerugian orang banyak
(4)Selalu berbohong agar tak diketahui
(5) Memberi rejeki keluarga dgn hasil curian
(6) Beramal dgn curian tanda tak malu dihadapan Tuhan
(7) Memberi salah asuh pada anak-cucu.
Inilah tujuh dosa terus-menerus yg diperbuat dari korupsi. (IP)

------------------------------------------------------------------

BERDHARMA : BERHITUNG UNTUNG-RUGI
Ketidaksanggupan kita berbuat Dharma adalah penyebab itu
Kerapkali kita membiarkan dgn segala yg kita logikakan
Kerapkali menunda, seolah berhitung untung-rugi

Beginilah jadinya, seolah berkata kebaikan memang mudah
Tetapi rasanya sulit dilakukan
Tetapi bila tidak dilakukan juga
Bagaimana kita memudahkannya?

Nampaknya lebih mudah korupsi
Biar cepat dapat untung
Soal dakwaan korupsi
Koruptor sudah iuran garansi
Itu bisa kolusi katanya!(IP)

17 Agu 2011

Sambut Agustusan


NEGERI YANG MENANGIS
Ada apa dibalik kecemasan negeri
Wajahnya diinjak berkali-kali
Tubuhnya diduduki begitu saja
Seperti jual beli segala cara
Tanpa hak tanpa pasal tanpa malu
Sengsaralah pemuda bila maumu diam
Bangkitlah pemuda bila tekadmu harus (IP)


NEGERI YANG BINGUNG
Jikalau surya menghilang
Pagi tak dapat ditemui
Bangun pagipun bingung
Masih malam atau memang malam
Tak berbeda itulah negeri yg bingung
Tiada sinar yang membangkitkan diri
Baiknya bangkitkan diri sebelum terjadi (IP)


TUNTASKAN!
Sobat Indonesiaku!
Dengan penuh doa dan harapan
Semoga tiada halangan
Bagi reformasi hati nurani
Mengembalikan semua harapan digenggaman
Tuntaskan perjuangan yang terus ditunda-tunda
Karena keserakahan (IP)

Indonesia Kini: Saatnya Pembersihan Karma


Inilah waktunya segala sesuatu yang menjadi adharma harus segera bergulir digantikan yang dharma. Sebagai negeri yang menginjak dewasa, ia menjadi sadar akan tantangan penguni negerinya. Roda takdir tidak selalu memberi apa yang kita inginkan, namun lebih menunjukkan pada sesuatu yang diperlukan untuk memajukan diri. Terkadang roda takdir bergulir di puncak kejayaan dan dilain waktu mendorong kita terhempas dan tergilas dibawah roda.

Penghuni negeri ini telah mengadili peristiwa-peristiwa tanpa terlebih dahulu memahami persoalannya. Kini penghuni negeri ini justru semakin jauh mengembangkan bahwa setiap suatu keyakinan yang berbeda adalah ancaman dan penyebab tantangan. Negeri yang dibangun dengan embel-embel kebhinekaan secara fisik dan emosi sudah menjadi bekal pertumbuhannya, namun pada gilirannya penghuni negeri ini terlampau jauh meninggalkan ruangan itu.

Emosi penghuni negeri ini sebentar bergolak, lalu sebentar kemudian pulih melambaikan saputangan putih pada negeri ini. Jiwa raga penghuni negeri ini nyatanya mudah letih (sempoyongan) juga mudah sedih (cengeng) karena dikuasai keinginan berbagai cara yang membabi buta, mudah kegemukkan (korupsi) karena keserakahan, mudah kesemutan (anti kritik) karena keangkuhan dan mudah jatuh pingsan (minta kompromi bila ketahuan) karena ketidakjujuran.

Negeri ini mempunyai jalan keluar yang mengalir pada dirinya, namun dia bukan wadah kekuasaan itu, ruangan kekuasaan itu sudah terlalu lama ditinggalkan. Negeri ini yang mau beranjak dewasa menjadi semakin serba rumit untuk mempertahankan sebagaimana keberadaan sekarang ini. Ia terus berupaya memiliki keberanian untuk mencapai kemajuan meski bisa saja sebaliknya ia harus menerima untuk menghadapi perubahan yang datang dengan sangat tiba-tiba dan tak terduga. Nusantara atau Nusa dan Antara, Indonesia atau Indo dan Nesia, seperti Ceko dan Slovakia.

Semoga saja negeri ini mau selalu menerima pembersihan karma dengan meninggalkan semua yang pernah terjadi, itupun bila penghuni negeri secara perlahan mau kembali mundur keruangan semula yang ditinggalkan begitu saja. Menempuh kembali perjalanan kesadaran-kesadaran, duduk diam dan mendengarkan seksama suara hati ibu pertiwi negeri ini.

Semoga akan ada pengadilan akhir secepatnya dari ketidakpastian, setiap penghuni negeri ini harus memperhatikan panggilan ibu pertiwinya, menerima kenyataan bahwa segala sesuatu disemesta negeri ini saling berhubungan. Saatnya membuat suatu perubahan besar dinegeri ini. Semoga saja takdir negeri ini bisa menegaskan betapa pentingnya kita menyadarkan diri, mengendalikan diri juga mempertahankan yang sudah tersedia diruangan negeri ini.

Akhir kata, sahabat muda Hindu senusantara, saatnya kita tuntaskan perjuangan negeri ini dengan kibarkan tekadmu. Kepingan jiwa Arjuna Srikandi nyatanya sudah cukup menjadi bekalmu memimpin negeri ini, ke masa depan, jangan biarkan kesalahan masa lalu dan kini menjadi karma yang berlarut-larut. Pembersihan karma harus dimulai dari sekarang. Satria-satria muda Hndu senusantara harus sebanyak mungkin bisa tampil disegala bidang bahkan birokrat nasional. Dirgahayu negeri kita, Semoga!

Salam Dharma,
SHDN-Indra Prabudjati