SHDN_LOGIP

SHDN-2012

SHDN-2012

15 Agu 2011

Ajaran Merubah Kehidupan Menjadi Lebih Baik

Sahabat sedharma,

Bila saja sepekan ini hidup terasa tiada perubahan, baiknya selalu menilai diri ini dengan positif dan bukan sebaliknya memandang negatif.

Kita pelajari lagi dengan melepas kebiasaan lama dan mencipta kebiasaan baru yang lebih baik lagi. Ajari lagi diri sendiri dgn kematangan seorang dewasa, membuang keyakinan lama akan cara pandang yg mungkin angkuh, memaksa, terlalu pesimis atau slalu diliputi ketidakpercayaan.

Sadarilah, setiap orang harus melewati kesakitan dan penderitaan utk menerimanya sebagai suatu pengalaman berharga bagi pertumbuhan jiwanya dan kedewasaannya sendiri.

Masihkah sahabat sedharma akan menyerah dan seolah selesai sampai disini atau bersemangat untuk melewatinya dan menemukan harapan-harapan baru?

Sahabat sedharma senusantara,
Baiknya hidup dengan sikap sederhana, yang demikian akan mawas juga lebih bijak lagi
Agar dapat menghayati kenyataan hidup lebih mantap melangkah masa depan. Jadikan wujud bhakti pada dharma. Takkan pernah ragu dan banyak salah.

Semoga tiada halangan atas karunia-Nya. Bagimu, orang tua dan siapapun yg kita cintai
OM Awighnamastu..Salam Dharma! (IP)

12 Agu 2011

Doa Bagi Yang Pergi Merantau

Sahabat muda Hindu senusantara
Mari kita panjatkan doa
Untuk semua yang kita cintai
Yang sedang merantau

"Hyang Widhi
Semoga kami selalu dalam kebersamaan
Mendapat anugerah Maha Dewata
Tiada halangan juga tiada kesedihan
Diberikan rejeki atas pemberian-Mu
Dianugerahi keselamatan dan keberhasilan
Pergi dan pulang selalu dalam lindungan-Nya
OM shanti shanti shanti OM"

11 Agu 2011

Doa Mohon Kekuatan

Hyang Widhi,
Terima kasih atas anugerah-MU pada hamba juga orang-orang yang hamba cintai
Dan semua yang menjadi tanggung jawab hamba
Semoga hamba slalu ingat akan sgala kebaikan-MU
Maafkan hamba yang hanya baru mengingat-MU
Dikala dalam kesulitan dan perasaan tidak bahagia
Harapan hamba smoga dapat terus dekat dengan-MU
Lebih dekat dan lebih dekat lagi
Hyang Widhi ajari dan bimbinglah hamba..
OM Awighnamastu.

--------------------------------------------

Sahabat sedharma,
Mungkin saja harapan kita hari ini terasa menjadi beban pikiran dan hati. Begitu banyak yang ingin kita capai, begitu pula banyak halangan yang harus dilalui.

Marilah terus menegaskan diri untuk tetap berpegangan pada Hyang Widhi, kita memerlukan tambahan kekuatan Dari-Nya, agar dapat berjalan dengan perasaan bebas dari beban dan semoga tiada halangan atas Karunia-Nya.
Salam Dharma!

9 Agu 2011

Pertemuan Mpu Baradah dengan Mpu Kuturan

(Menyambut Piodalan Pr. Silayukti Buda Kliwon Pahang Sasih Karo)

Berangkatlah Mpu Baradah menuju Balidwipa
Berjumpalah dirinya dengan sang pendeta yg teramat teguh hatinya
Di pertapaan Silakyuti, senyap hanya suara ombak yang tak pernah diam
Dijemputlah sang adik seperguruan, yang teramat lelah dalam perjalanannya
Mpu Kuturan, sang kakak nan bijaksana memeluk sang adik yang bersahaja

Keduanya duduk berhadapan disuguhi keladi kukus dan teh jahe merah
Sungguh pertemuan yang mengharukan juga membahagiakan hati
Tak sabar Mpu Kuturan ingin mendengar keadaan di Jawadwipa
Tempat yang ditinggalkannya, mungkin selamanya tak akan pernah kembali
Hati tak dapat menahan diri, ingin mendengar kabar disana

Mpu Baradah pun bercerita diselangi tawa canda, menyenangkan hati sang kakak yang tengah direndam rindu. Setelah usai, mulailah bercakap tentang upacara dan upakara
Saling bertukar ilmu, mencerahkan diri tanpa ada perdebatan, sungguh keduanya bersahaja dan tinggi sastra. Mpu Kuturan berkenan padanya menggelar berbagai perkakas upakara yang sedang dibuat, sungguh takjub Mpu Baradah.

Setengah bulan berjalan di padang silayukti.Tibalah waktunya Mpu Baradah menyampaikan amanat. Amanat Prabhu Airlangga yang hendak mangkat dan meminta nasehat tahta bagi kedua puteranya.

"Sungguh suram rasa hatiku karena membawa beban berat ini kakanda Kuturan" Terhentaklah Mpu Kuturan sambil meletakkan kembali sirih gambir jambe yang hendak dikinang.

"Andaikata baginda hamba meminta hak sebagai putra pertama Uddayana dan menggantikannya sebagai rabhiseka prabhu di Bali, lalu diberikan kepada salah satu puteranya disana"

"Baginda hamba teramatlah risau, puteri mahkota, sang Sri Sanggrama Wijaya tak gubris memangku hakwarisnya, lebih menyukai biksuni daripada seorang ratu. Sedangkan kedua puteranya, sang Samarawijaya dan sang Garasakan pastilah akan saling berebut"

"Maka hendaklah Baginda hamba memohon agar diberikan satu di Jawa dan satu di Bali. Begitulah amanat yang hendak hamba sampaikan, semoga berkenan, tiadalah maksud hamba menyinggung perasaan, hamba ikut menanggung rana Baginda yang akan turun tahta"

Lalu terdiamlah Mpu Baradah menunggu jawaban Mpu Kuturan yang tengah menarik napas panjangnya

"Ingsun kira tidaklah bijaksana, sebab wus titah bathara Balidwipa diperintah Prabu Marakata Uddayana dan sudah ada raja penggantinya kelak. Ingatlah, bahwa kedua putera utama Maharaja Uddayana sudah sama-sama memerintah di Jawa dan di Bali, tak baik bila kelak menimbulkan perang saudara" begitulah jawabannya

Mendengar ucapan bijak Mpu Kuturan, terhentilah percakapan wasiat disitu
Tak santun bila dilanjutkan, dan beranjaklah dirinya mohon pamit diesok pagi kembali ke Jawadwipa.

Lalu terhempaslah sang angin membawa harum bunga kemuning. Meski tetaplah tidak mampu hilangkan rasa risau kedua pandita besar dijamannya. Yang pernah bersama dalam satu perguruan bagai kakak dan adik kandung. Karena hanyalah kakak adik seperguruan dibukit pertapaan Lmahtulis. Berpisahlah Mpu Baradah dipertapaan Silayukti, kembali menghadap Baginda Airlangga di Dhanapura.

Diakhir cerita haru dari amanat yang tak bisa dilaksanakan oleh kedua Mpu raja dijawa dan Bali, Sang Samarawijaya memangku tahta di Panjalu Khadiri, istananya di Dhanapura
Sedangkan, Sang Garasakan memangku tahta di Jenggala Keling, istananya di Surapura
Lalu diBalidwipa, Sang Anak Wungsu menggantikan Sang Marakata, tak ubahnya laksana mendiang Ibunda Ratu Mahendradatta Gunapriya Dharmapatni, selalu sujud bhakti kehadapan Sang Hyang Widhi dan para dewata.

Om sidirastu ya namah Om am Om ya namah Siwaya ya namah Budayo
SHDN-IP

7 Agu 2011

Doa Mohon Bimbingan

Hyang Widhi,
Ajari hamba meredam rasa kesendirian
Temani hamba agar tak lagi slalu bersusah payah diri
Dari setiap persoalan hidup dikesendirian

Sehingga hamba bisa lebih lapang dada
Memikul semua tanggung jawab ini dengan keyakinan atas Nama-MU
Maafkan hamba dari tindakan yg menyalahkan orang lain
Dan maafkan orang lain yg terus menyalahkan hamba

Hamba menyadari adanya karma dan dharma
Keberhasilan hidup yang seadil-adilnya adalah menurut Kuasa-MU
Juga kebahagiaan yang dpt hamba raih
Hanyalah datang menurut Karunia-MU

Dihari ini hamba serahkan semua
Yang hamba jalankan menurut Penilaian-MU
Dan menerima semuanya menurut Pemberian-MU
OM Awighanamastu..

1 Agu 2011

Nasihat Hindu terhadap pernikahan beda agama

Apakah dibenarkan meninggalkan Hindu:
Agama apapun tentu saja tidak menyarankan kita berpindah agama. Dan kamu akan dihadapkan pada tarik-menarik untuk pindah atau dia yang pindah.

Sedangkan aku harus menikah dan berpindah agama:
Orang tua siapapun tidak berharap kamu berpindah meski dengan alasan menikah sekalipun. Orang-tua siapapun tidak siap lahir bathin untuk itu, pasti akan menuai hubungan tidak harmonis dgn orang tuamu. Jadi perlu dipikirkan lagi, mana yg kamu utamakan, bhakti pada orang tuamu atau bhakti pada dirimu sendiri dgn mengorbankan kepedulian dan harapan orang tuamu. Apalagi soal cinta yng belum kamu tahu pasti, manis sekarang bisa pahit dikemudian. Sdngkan cinta kedua orangtuamu nyata ada sepanjang hidupmu.

Apa yang harus saya lakukan bila orang tua saya tetap menolak:
Pertama, urungkan niat itu dulu, bicara dgn kekasihmu, apakah ia mau berpindah agama demi bhakti pada kedua orang tuamu. BIla tidak, urungkan saja atau sampai apakah hubungan itu pantas untuk dilanjutkan.
Kedua, Jangan melakukan pernikahan tanpa restu kedua orang tuamu apalagi menikah dibawah tangan, atau bahkan hamil diluar nikah agar direstui, akan banyak persoalan besar tiada henti dikemudian hari.
Jatuh bangun dalam masa-masa keluarga nanti akan terus menimpa kamu.

Tetapi kami sudah sangat saling mencintai:
Meski saling mencintai, namun belum direstui, maka pertimbangannya adalah kamu berdua dihadapkan oleh Tuhan untuk memahami agama yang berbeda, bila masih ada kemarahan dalam sikap perbedaan itu, maka itulah yg tidak dikehendaki kedua orang tuamu. Karena boleh jadi kamu hanya kasmaran dimabuk cinta saja, niscaya pernikahannya hanyalah seumur jagung.

Berdosakah kedua orang tua saya bila saya berpindah agama
Maka terlepaslah kewajiban orang tua dalam kewajiban agama bagi anak-anaknya yg sudah dewasa.
Hyang Widhi Maha Tahu, tidak akan memberatkan kedua orang tuanya atas apa yang telah diputuskan anaknya. Sekali lagi orang tua siapapun meski bertanda setuju, tetapi hatinya masih tak bisa tenang.

Kalau begitu berdosakah saya dan orang tua saya:
Tentu saja, rasa berdosa itu akan terus membawa kamu kedalam suasana yang mengganggu ketentraman hatimu juga kedua orang-tuamu, meskipun direlakan juga dituluskan. Karena dharma bagi Hindu bukan soal agamanya saja, tetapi esensi ajaran dharma dalam tradisi, budaya dan budi pekerti yg diwariskan kedua orang tua nampaknya terputus talinya.

Berarti saya harus relakan hubungan ini demi orang tua dan agama saya:
Benar, jangan pernah ragu bila tersadarkan pendapat ini. Kamu harus kenali cintamu, bisa jadi hanya dimabuk kasamaran, meski selama itu indah, disaat berumah tangga belum tentu indah. Yang wanita akan terus tersiksa hatinya, yang pria akan semakin hilang percaya dirinya. Dan anak-anakmu lahir dalam kebimbangan.

Pahami makna cinta sesungguhnya, cinta bukan soal suka sama suka, juga cerita tentang dashyatnya cinta, tapi cinta adlh jalan utk mencapai dharma. Tanpa dharma, waspadalah cinta itu menyesatkan kamu.